Beranda » Wisata Rohani » Masjid Raya Bayur (Bayua) Maninjau

Masjid Raya Bayur (Bayua) Maninjau


Rabu, 10 Juli 2013 - 13:24:26 WIB | Wisata Rohani | 1112 pembaca



Masjid Raya Bayur merupakan salah satu masjid tua yang terdapat di sekitar Danau Maninjau (Kecamatan Tanjung Raya), Kabupaten Agam, Sumatra Barat yang dibangun pada awal abad ke-20. Lokasi masjid ini tidak begitu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kota Lubuk Basung (Ibu Kota Kabupaten Agam) dengan Kota Bukittinggi.

Melihat kondisi bangunan dan lingkungan masjid yang kian tua dan tidak tertata bagus, pada awal tahun 2000 masyarakat setempat berupaya merenovasi masjid secara menyeluruh. Gagasan tersebut didukung oleh Bachtiar Chamsyah selaku pimpinan adat (Datuk) di Nagari Bayur yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Sosial di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Selain Bachtiar, para perantau yang berasal dari Kenagarian Bayur juga berlomba-lomba mengirimkan bantuan dari rantau. Sehingga, dalam jangka waktu yang tidak begitu lama renovasi masjid bisa diselesaikan.

Renovasi yang dilakukan meliputi perbaikan bangunan masjid dan penataan lingkungan masjid, seperti penataan ruang terbuka, area parkir, dan taman masjid. Hal ini dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang asri, sehingga memberi kenyaman, ketenangan, dan kesejukan bagi para tamu yang datang berkunjung ke masjid ini. Untuk menyukseskan renovasi tersebut, masyarakat terpaksa membongkar dua buah banguan permanen, yaitu gedung balerong (kantor pemerintahan Nagari Bayur) dan gedung sekolah dasar (SD) yang kemudian dipindahkan ke tempat lain.

Setelah selesai direnovasi, bangunan masjid ini nampak indah dengan perpaduan gaya arsitektur pagoda yang ada di Thailand dan gonjong rumah gadang bangunan khas masyarakat Minangkabau. Perpaduan tersebut dapat dilihat pada menara kecil yang terletak pada empat sudut atap bangunan utama. Sementara struktur atap dirancang mengikuti pola bangunan rumah panggung dengan atap bersusun tiga yang juga menjadi ciri khas bangunan masjid Nusantara pada zaman dahulu kala.

Pada ruang dalam masjid terpampang ornamen yang menarik. Pada bagian dinding masjid, misalnya, dilapisi dengan papan berukir yang dicat dengan komposisi warna bernuansa gelap. Begitu juga dengan tiang-tiang penyangga masjid. Tiang-tiang yang terbuat dari tembok tersebut, dihiasi dengan warna lembut yang serasi dengan dinding masjid.

Pada bagian depan masjid atau tempat awal tamu menginjakkan kaki memasuki area masjid, terdapat air mancur yang memancar tanpa henti. Sementara itu, pada bagian belakang ruangan masjid terdapat kolam ikan yang besar dengan penataan yang baik. Di samping kiri dan kanan kolam ikan tersebut terdapat tempat wudu bagi para pengunjung yang ingin menunaikan ibadah shalat.

Tepat di sebelah utara lingkungan masjid ini terdapat sebuah pondok pesantren tua yang selalu siap meramaikan masjid ini dengan berbagai kegiatan keagamaan. Setiap hari masjid ini selalu dipakai untuk kegiatan belajar para santri, seperti belajar ceramah, khotbah, dan tata cara shalat jenazah. Kehadiran para santri tersebut turut menyemarakkan masjid ini sebagai sentra pengembangan ajaran Islam di Kenagarian Bayur.

Pesona lain yang dapat dinikmati di sekitar masjid ini adalah hamparan indah pemandangan panorama Danau Maninjau. Sembari berkunjung ke Masjid Raya Bayur, para pengunjung juga bisa menyempatkan diri melihat dari dekat keindahan Danau Maninjau atau menyaksikan aktivitas para nelayan di kala pagi dan sore hari. Para nelayan biasanya menangkap ikan atau mencari pensi (kerang air tawar)dengan memasang beberapa perangkap, seperti jaring ikan dan jala. Selain itu, para wisatawan juga dapat melihat dari dekat para nelayan yang sedang beternak ikan di karamba. (http://www.wisatamelayu.com)







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors