Beranda » Wisata Budaya » Tradisi Keturunan India di Padang, Satu-satunya di Indonesia

Tradisi Keturunan India di Padang, Satu-satunya di Indonesia


Jumat, 25 April 2014 - 15:36:10 WIB | Wisata Budaya | 1927 pembaca



Ratusan masyarakat keturunan India di Kota Padang tumpah ruah di depan pelataran parkir Mesjid Muhammaddan, Pondok, Kota Padang, Senin (31/3) sore untuk ikut serta memeriah kan tradisi “Serak Gulo” (Tabur Gula).

Tradisi yang dihelat oleh masyarakat keturunan India yang berada di Padang ini juga diikuti oleh warga keturunan india yang tersebar di Jakarta, Jambi, Medan dan Pekanbaru juga turut ikut andil dalam tradisi tersebut.

Ketua Pelaksana tradisi “Serak Gulo”, Affas Max menyebutkan, tahun ini, gula yang terkumpul mencapai 2,5 ton. “Gula-gula ini terkumpul dari berbagai elemen masyarakat dan ada juga yang nazar (berniat) setiap tahunnya.

Istimewanya tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 2,5 ton lebih gula terkumpul,” katanya disela-sela acara.

Dikatakan Max, tradisi “Serak Gulo” hanya digelar pada tiga negara setiap tahunnya. “Ketiga negara itu yakni Singapura, Indonesia dan India. Bahkan, untuk Indonesia sendiri hanya digelar setiap tahunnya di Kota Padang,” jelasnya

Ratusan masyarakat keturunan India di Kota Padang tumpah ruah di depan pelataran parkir Mesjid Muhammaddan, Pondok, Kota Padang, Senin (31/3) sore untuk ikut serta memeriah kan tradisi “Serak Gulo” (Tabur Gula).

Tradisi yang dihelat oleh masyarakat keturunan India yang berada di Padang ini juga diikuti oleh warga keturunan india yang tersebar di Jakarta, Jambi, Medan dan Pekanbaru juga turut ikut andil dalam tradisi tersebut.

Tradisi ini dalam rangka menyambut semacam hari jadinya dari bangsa Soulhamid ini diadakan pada 1 Jumadil akhir setiap tahunnya.

Tradisi ini diawali dengan pembacaan doa didepan gula yang telah terbungkus dengan kain. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan bendera berlambang bulang bintang disekeliling atap Mesjid dan Barulah, sebanyak sepuluh orang panitia naik ke atap Mesjid sembari membawa gula yang terbungkus tersebut.

Diiring doa, panitia yang telah berada di atap Mesjid itu langsung melempar bungkusan gula itu ke ratusan masyrakat yang sudah menanti dibawah langsung saling berebutan untuk mendapatkan gula yang diyakini mempunyai berkah tersendiri.

Ketua Pelaksana tradisi “Serak Gulo”, Affas Max menyebutkan, tahun ini, gula yang terkumpul mencapai 2,5 ton. “Gula-gula ini terkumpul dari berbagai elemen masyarakat dan ada juga yang nazar (berniat) setiap tahunnya.

Istimewanya tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 2,5 ton lebih gula terkumpul,” katanya disela-sela acara.

Dikatakan Max, tradisi “Serak Gulo” hanya digelar pada tiga negara setiap tahunnya. “Ketiga negara itu yakni Singapura, Indonesia dan India. Bahkan, untuk Indonesia sendiri hanya digelar setiap tahunnya di Kota Padang,” jelasnya,

Menurutnya, kegiatan tabur gula ini dipercayai sebuah berkah tersendiri bagi masyarakat keturunan India. “Ini Tradisi yang kita lakukan setiap tahunnya sebagai bangsa Soulhamid. Ditambah, mempererat silaturahmi sesama keturunan India,” katanya.

Malam hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Maulud oleh sejumlah masyarakat keturunan India tersebut. (infoSumbar/Ari)







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors