Beranda » Wisata Misteri » Monumen Sejarah Kecelakaan Kereta Api di Padang Panjang

Monumen Sejarah Kecelakaan Kereta Api di Padang Panjang


Senin, 20 Mei 2013 - 09:00:49 WIB | Wisata Misteri | 2379 pembaca



Sebuah tugu atau prasasti yang tidak terawat, ditemukan di kawasan Kelurahan Balai-Balai Padang Panjang Barat. Tugu berdiameter lebih kurang 2 x 2,5 meter itu, bertuliskan ejaan lama dan tahun aneh. Yakni "Tugu Peringatan Orang-orang Jang Meninggal Ketika Kecelakaan Kereta Api Tanggal 25-12-2604 dan 23-3-2605", pada dinding bagian bawahnya yang diduga merupakan penanggalan jepang yang berarti 25 desember 1944 dan 23 maret 1945.

Tugu itu merupakan nisan bersama korban kecelakaan kereta api Padang Panjang pada masa penjajahan yang mana menurut kabar bahwa para korban yang dimakamkan di bawah tugu itu tidak dalam keadaan utuh.

"Menurut cerita orang-orang tua, ini merupakan pemakaman potongan-potongan tubuh korban kecelakaan ke­reta api pada masa penjajahan B­e­lan­da, akibat jembatan yang diputuskan. Karena begitu banyaknya korban, sehingga tidak ada tempat untuk pemakaman," cerita Masril.

Pemilik lahan Masril mengatakan sejumlah ahliwaris saat mengunjungi pemakaman sekitar merasa takut me­lihat tugu tersebut. Ada yang me­nga­takan tugu itu panas dan sebagainya. Ke­saksiannya sering dihinggapi bu­rung hantu.

Proses pemakaman korban, dice­ri­takannya juga terjadi dua kali, sesuai catatan tanggal yang tertera di dinding tugu itu. Usai pemakaman pertama sedalam 5 meter, belum ditembok. Kemudian berjarak sekitar 3 bulan, kem­bali terjadi kecelakaan dan dima­kam­kan di lobang yang sama.

“Kabarnya setelah pemakaman pertama, belum ditembok. Kemudian korban pada peristiwa ke dua, kembali dimakamkan dengan galian 2 meter di atasnya. Setelah itu baru dibangun tu­gu ini untuk kenangan bagi keturunan ke­­luarga korban. Namun selama ini, tidak pernah orang datang melihat, apa lagi untuk membersihkan tugu," sebutnya.

Sementara Lurah Balai-Balai, Reftasman menyebutkan keberadaan tugu tersebut sudah dilaporkan ke pi­hak Dinas Sosial oleh pihak kelu­ra­han terdahulu. Namun tidak ada res­pon dan tindakan atas pemberitahuan itu.

“Sehingga tugu ini hanya di­ber­sih­kan dari semak belukar oleh Masril yang mengolah lahan. Namun dari pemerintah belum ada petunjuk mau diapakan tugu korban kecelakaan ke­reta api yang tidak diketahui sejarah pas­tinya," ungkap Reftasman.


Mengandung Mistik

Masril di sebuah gubuk yang tidak jauh posisi tugu tersebut, mengaku kerap mendengar dan melihat burung Hantu bertengger di atas batu ter­se­but. Bahkan dari sejumlah orang yang zia­­rah ke pandam pekuburan dagang di sam­pingnya, mengaku tugu itu me­na­k­utkan.

“Kata orang-orang tugu ini mena ­kut­kan dan mengeluarkan udara panas. Akan tetapi, saya tidak pernah merasakan apa-apa selain melihat dan mendengar burung hantu di tugu ini,” pungkas Masril lagi. (http://www.allaboutminangkabau.com)







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors