Beranda » Wisata Budaya » Rabab Pesisir Selatan, Painan

Rabab Pesisir Selatan, Painan


Senin, 06 Mei 2013 - 15:32:32 WIB | Wisata Budaya | 9678 pembaca



Rabab adalah salah satu tradisi menceritakan kaba di Minangkabau dengan menggunakan bentuk alat musik yang mirip dengan biola dan orang yang memainkannya disebut tukang rabab. Rabab sebagai salah satu kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau, tersebar di beberapa daerah dengan wilayah dan komunitas masyarakat yang memiliki jenis dan spesifikasi tertentu, yaitu Rabab Darek, Rabab Piaman dan Rabab Pasisie.

Rabab Darek berkembang di daerah Tanah Datar, 50 Kota dan Agam, rabab Piaman terdapat di daerah Pariaman dan rabab Pasisie terdapat di daerah Pesisir Selatan dan Painan. Jika ditinjau dari historisnya, sebelum bangsa Eropa (Portugis, Inggris, Belanda) datang ke daerah Pesisir selatan, daerah ini telah berada dibawah kekuasaan Aceh. Pedagang Aceh yang menyebarkan agama Islam juga membawa pengaruh alat musik rabab. Alat musik ini mirip dengan yang ada di Aceh, Pariaman, Banten dan Deli. Rabab tersebut terbuat dari tempurung dengan dawai senarnya sebanyak tiga buah.

Alat musik rabab inilah yang kemudian berkembang di daerah-daerah seperti Kabupaten Agam, Tanah Datar dan 50 Kota. Sehingga dapat dikatakan bahwa rabab di Minangkabau pada saat ini pada awalnya terbuat dari tempurung dan bentuknya masih sederhana. Kemudian bangsa Eropa (Portugis) pada abad ke XVI datang ke daerah Pesisir Selatan. Salah satu pengaruh yang dibawa oleh bangsa Eropa adalah alat musik gesek, yaitu biola. Seniman-seniman di Pesisir Selatan sangat mungkin untuk meniru alat musik biola tersebut. Bentuk alat musik rabab di Pasisie mengalami perubahan bentuk.

Dahulu bentuk alat musik ini terbuat dari tempurung kelapa dengan senar dawai berjumlah tiga buah. Alat musik rabab di Pasisia akhirnya cenderung berbentuk biola. Rabab Pasisie saat ini adalah hasil perpaduan antara alat musik biola dari Portugis dan budaya dari masyarakat Pasisie.


kesenian barabab adalah kesenian tradisional masyarakat Pesisir Selatan. Kesenian ini menggunakan dendang sebagai media penyampaian pesan kepada khalayak ramai yang disampaikan oleh pendendang, sewaktu dendang dilantunkan diiringi oleh alat musik yang disebut dengan rabab yang dimainkan oleh tukang rabab. Kesenian tradisi anak nagari mempunyai nilai-nilai antara lain:


    1. Sebagai alat penyampaian pesan-pesan, perasaan, dan pandangan hidup
    2. Sebagai media pendidikan dan transformasi nilai dari generasi ke generasi secara kesinambungan
    3. Sebagai visualisasi kebesaran, kemajuan, kejayaan, dan harga diri suatu masyarakat

Rabab merupakan tradisi lisan yang bersifat dinamis. Hal ini disebabkan karena penyampaiannya bersifat lisan. Setiap penampilan, pada hakikatnya merupakan penampilan baru, karena tidak ada penampilan rabab yang sama persis karena sastra lisan diciptakan pada waktu pertunjukan. Secara umum rabab memiliki fungsi yang sama dengan seni Minangkabau lainnya, yakni sebagai hiburan dan pelipur lara. Namun fungsi rabab dalam penelitian ini akan dicontohkan dalam fungsi pendidikan moral.

Berdasarkan dari seorang tukang rabab pasisie bapak H. Hasan Basri, fungsi pendidikan dilihat melalui amanat yang disampaikan dari kisah-kisah di dalam kaba. Bahkan kisah-kisah dalam kaba pada rabab dapat menjadi contoh untuk pendidikan karakter. Karakter tokoh yang baik pada kaba dapat dijadikan contoh, sedangkan karakter yang buruk dapat menjadi contoh untuk dihindari. Selain itu, kesenian rabab juga memiliki kekuatan untuk mendorong semangat kerja sama bagi masyarakat Minangkabau. (http://id.wikipedia.org)







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors