Beranda » Wisata Budaya » Pacu Jawi Kebudayaan Yang Tak Kan Pernah Mati

Pacu Jawi Kebudayaan Yang Tak Kan Pernah Mati


Rabu, 24 April 2013 - 08:34:19 WIB | Wisata Budaya | 607 pembaca



PACU JAWI atau dalam bahasa Indonesia nya adalah balapan sapi, merupakan kebudayaan alek nagari (anak negeri) turun temurun peninggalan para leluhur. pacu jawi diadakan pada setiap musim tanam yang akan berlangsung, pacu jawi sendiri berasal dari provinsi Sumatera Barat, khususnya di kabupaten tanah datar. Di kabupaten tanah Datar pacu jawi di adakan di empat kecamatan dengan sistem bergantian (digilir) yaitu: Pariangan, kecamatan Rambatan, kecamatan Lima Kaum, dan kecamatan Sungai Tarab.,pada setiap hari sabtu, dengan tujuan untuk melestarikan nilai budaya  serta menjadi ajang hiburan bagi masyarakat Tanah datar.

Dalam beberapa kurung waktu ini pacu Jawi sudah menjadi salah satu ikon pariwisata terhebat Sumatera Barat, hal ini dilihat dari banyak nya antusias para pemburu foto/fotografer baik dari dalam negeri maupun luar negeri. hal seperti ini sudah seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah setempat bagaimana kedepan nya menjadikan pacu jawi ini sebagai tradisi yang banyak diminati para wisatawan baik lokal maupun asing agar kelak negeri kita tercinta ini dapat memberikan kesan yang berarti bagi para pengunjung wisata.

Adapun beberapa manfaat dari Pacu Jawi yaitu :

  1. Merupakan ajang hiburan bagi masyarakat setempat
  2. sebagai media mempererat silahturrahmi masyarakat
  3. Pelestarian Nilai-nilai budaya
  4. Ikon Pariwisata
  5. Menaikan harga nilai jual sapi 


(foto-foto ini diambil pada saat penutupan alek nagari pacu jawi di kawasan sawah tembok nagari tabek kecamatan pariangan, kabupaten tanah datar Sumatera barat, Indonesia)



Semangat dan ekspresi Sang Joki tetap telihat walaupun cipratan lumpur mengenai wajah namun tak menjadi halangan buat sang joki untuk mengendalikan laju sapi agar tetap berlari kencang serta lurus kedepan



Cipratan Lumpur Menambah Kesan Dramatis buat pecinta Foto dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang .




Antusias para pemburu foto, kurang lebih sekitar 300 fotografer yang hadir pada acara penutupan Pacu Jawi di nagari tabek pariangan Kab.tanah datar sumatera barat tidak tanggung-tanggung fotografer mancanegara pun turut mengabadikan moment ini seperti fotografer asal Malaysia, Singapura, Taiwan, jerman dan India. (http://andricliff.wordpress.com)







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors