Beranda » Wisata Sejarah » Peninggalan Sejarah di Salido Ketek

Peninggalan Sejarah di Salido Ketek


Rabu, 17 April 2013 - 11:13:28 WIB | Wisata Sejarah | 1831 pembaca



Berbicara tentang tambang emas di Kabupaten Pesisir Selatan, mungkin tidak akan beranjak dari Kampung Salido Ketek, kenagarian Tambang kecamatan IV Jurai. Tambang emas di Salido ketek ini telah lama di ketahui dan diolah, sejak zaman belanda dahulu, tambang emas di Salido Ketek ini termasuk salah satu tambang emas yang tertua di Indonesia.

Pada zaman penjajahan, Belanda membuka tambang emas di Salido Ketek dan hasilnya dikirim ke negeri Belanda. Sekarang bekas-bekas penambangan itu masih dapat dilihat di Salido Ketek. Salah satunya adalah bangunan PLTA Salido Ketek. PLTA (Pembangkit Listrik tenaga Air) ini di bangun oleh belanda sebagai sumber pembangkit tenaga listik untuk memenuhi kebutuhan listrik tambang emas dan Pabrik Semen Padang di Indarung ,PLTA ini dibangun pada tahun 1913, termasuk salah satu PLTA yang tertua di Indonesia.

(Sekarang ada rencana PLTA Salido Ketek ini akan di aktifkan kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik Kota Painan dan Kabupaten Pesisir Selatan).

Di sini masih dapat kita lihat Jenjang anak tangga yang jumlahnya sekitar 150 puluh buah anak tangga. yaitu tangga menuju ke tempat air masuk kedalam pipa besar yang akan di salurkan ke turbin pembangkit listrik. Wisatawan yang tertarik untuk menaiki anak tangga tersebut di minta hati-hati, karena tangga yang telah berumur hampir seratus tahun ini telah banyak di tumbuhi lumut sehingga ada beberapa bagian yang menjadi licin.

Terus ke atasnya terdapat kolam tempat air yang akan masuk ke pipa, di sini sering juga di gunakan oleh orang-orang untuk mandi-mandi. Jika di teruskan lagi ke hulunya menyusuri jalan air, wisatawan akan menemukan terowongan air yang panjangnya kira-kira 500 meter, selepas itu wisatawan dapat melihat dan melintas di atas jembatan air, yaitu sebuah jembatan yang di buat untuk menyalurkan air di atas sebuah lembah di perbukitan Salido ketek ini, pemandangan lembah di sekitar jembatan air ini sangat indah.

Setelah itu kita akan sampai di tempat bendungan air di Sungai Batang Salido, di bendungan inilah air mulai masuk untuk memutar turbin pembangkit tenaga listrik yang terdapat di bangunan PLTA yang pertama kita jumpai disaat kita memasuki areal PLTA Salido Ketek ini.
 

Beranjak ke tambang emas, dahulu diarah tahun 80-an di disini masih dapat di jumpai bangkai mobil jeep willys kepunyaan belanda, tetapi sekarang daerah tempat penambangan emas itu telah menjadi belantara karena tidak ada lagi orang yang menambang emas di sana. Sekarang hanya bekas-bekas lobang tambanglah yang dapat kita lihat, bukit-bukit di sekitar Salido Ketek mulai dari Nagari Tambang sampai ke bukit Gunung Arun banyak dijumpai lobang-lobang tambang baik yang sudah tua maupun yang baru. Jika wisatawan menyaksikan sendiri banyak dan besarnya lobang-lobang tambang tersebut wisatawan mungkin akan berpikir berapa ton kah? Emas negeriku yang melayang ke negeri belanda.

Sayangnya sampai saat ini wisata lobang tambang ini belum ada investor yang meliriknya.Konon salah satu lobang tambang yang terdapat di kaki pendakian Bukit Lala Kenagarian Tambang panjangnya lebih dari 28 km kata penduduk sekitar, lobang tambang ini tembus ke daerah Batang Kapas yang berjarak lebih kurang 30 km dari tempat ini.
 

Selain itu jika wisatawan pergi ke Salido Ketek, wisatawan juga dapat mandi di sungai Batang Salido yang airnya sangat sejuk, jika wisatawan mandi-mandi disini di minta hati-hati karena arus air di sungai ini cukup deras. Pemandangan di sekitar Sungai batang salido ini cukup bagus sungai arus deras yang diselingi oleh batu-batu besar merupakan suatu pemandangan yang indah. (http://efnidewita.blogspot.com)

 







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors