Beranda » Wisata Alam » Peninggalan Kerajaan Indropuro di Muaro Sakai

Peninggalan Kerajaan Indropuro di Muaro Sakai


Rabu, 17 April 2013 - 11:03:13 WIB | Wisata Alam | 1457 pembaca



Kerajaan Indropuro terletak di Muaro Sakai kenagarian Indropuro kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Kerajaan Indropuro ini pernah mengalami kejayaan pada abad ke XVII-XVIII.

Samuderapura yang menjadi Bandar kerajaan Indropuro sangat ramai dikunjungi oleh kapal-kapal dagang eropa,asia dan timur tengah. Kerajaan ini menjadi rebutan dari berbagai pihak dikarenakan posisinya sebagai kota pantai yang menjadi pusat perdagangan dengan komoditi utama emas dan lada (merica). Hal ini dapat bertahan agak lama karena Kerajaan Indropuro juga memiliki armada laut yang kuat.

Dalam beberapa cerita di masyarakat ada yang mengatakan kalau kerajaan Indropuro berada dibawah kekuasaan pagaruyung, tetapi sampai saat ini tidak satupun bukti yang dapat membuktikan Kerajaan Indropuro ini tunduk kepada Kerajaan Pagaruyung, hal ini dapat dilihat dari cara Kerajaan Inderapura mengurus kerajaannya baik keluar maupun kedalam.

Tidak tersebut nama pagaruyung ketika Kesultan Aceh menanamkan pengaruhnya di Indropuro. Juga tentang batas kerajaan Inderapura yang hamper sama dengan batas-kerajaan pagaruyung. Ke utara sampai ke natal airbangis, ke selatan sampai teratak air hitam, ketimur sampai ke Durian ditakuk raja dan sebelah barata adalah samudera Indonesia. Hal ini memang menjadi pertanyaan yang masih misterius untuk diungkapkan apakah ada hubungan antara Kerajaan Indropuro ini dengan kerajaan Pagaruyung.

Walau sekarang Kerajaan Indropuro sudah tidak ada lagi tetapi bekas-bekas kerajaan itu masih dapat kita jumpai di Muaro sakai Inderapura,kecamatan Pancung Soal Kabupaten pesisir Selatan

Untuk mencapai lokasi bekas kerajaan Indropuro ini melalui jalan darat adalah dari Padang menuju Painan kabupaten Pesisir Selatan terus ke Indropuro kecamatan pancung Soal, tiba di Indropuro belok ke kanan ke arah Muaro sakai. sesampai di Pasar Minggu Muaro sakai wisatawan cari rumah yang ada meriamnya. Disini tanya nama Siti Agustina atau lebih dikenal dengan nama Uniang Gustina atau Bapak St.Zainal Arifin Abas kedua nama tersebut adalah ahli waris dari kerajaan Indropuro atau Bapak Mardiyon (oyon las) bapak ini merupakan sumando dirumah tersebut. Wisatawan akan memperoleh penjelasan tentang kerajaan Indropuro dari orang-orang tersebut. (http://efnidewita.blogspot.com)







Belum ada Komentar

Isi Komentar








Site Sponsors

Twitter Updates

Popular Articles

Facebook Like

Instagram

Instagram

Site Sponsors